Melatih Merpati Kolong Agar Menghasilkan Jutaan Rupiah

Melatih Merpati Kolong

Merpati Juara – Punya merpati kolong juara 1 lomba nasional ? Tentu menjadi idaman bagi setiap penghobi merpati kolong. Lalu bagaimana cara Melatih Merpati Kolong supaya bisa menghasilkan jutaan rupiah ? Berikut informasinya untuk Anda.

Melatih merpati untuk menjadi juara itu rumit. Namun jika kita rajin mempraktekkannya, pada akhirnya akan menghasilkan buah yang manis.

Disarankan bagi para penggemar burung merpati tinggi yang sedang melatih calon pemainnya agar tidak terlalu ambisius, artinya jangan terlalu memaksakan diri atau memaksanya dengan menggeser material muda karena bisa rusak dan berakibat fatal.

Merpati muda yang belum berpendidikan sangat rentan terhadap kerusakan jika cara yang kita terapkan terlalu berat.

Dimana kondisi otot yang belum terbentuk sempurna harus mendapat tekanan saat latihan buta, hal ini dapat berdampak negatif pada karakter dan mentalitasnya, sehingga bahan merpati pemain kehilangan kekuatan memukulnya, cenderung menjadi penguntit dan bukan. . tidak memiliki kemandirian (stabilitas).

Untuk itu saya akan mengajak anda untuk melihat review-review berikut ini:

Bagaimana Melatih Merpati Kolong Agar Menghasilkan Rupiah ?

Inilah beberapa cara melatih merpati kolong agar bisa dilombakan dan memperoleh juara.

A. Menjodohkan Anakan Merpati

Secara umum 4 ekor burung yang tersisa sudah mulai berkembang, ada yang dewasa, ada yang tidak dan larva ke-4 biasanya dalam keadaan mabung (proses pergantian bulu dari piyik menjadi dewasa). bulu).

Biasanya yang saya lakukan adalah mencabut bulu-bulu ekor terlebih dahulu untuk menyesuaikan keadaan nanti ketika ekor kereta luncur pertama tumbuh dengan rapi, berbeda dengan melatih otot sayap alami pada bahan merpati yang dipersiapkan untuk menjadi pemain yang andal, karena dengan melepas ekornya , kita tidak bisa melakukan semuanya, aktivitas dalam penerbangan dan turun sambil tetap didukung dan difokuskan pada sayap.

Dan saat turun saat masih spons, karena ekornya tidak ada, merpati tidak terkena tekanan gravitasi tanpa bisa mengerem (kecepatan lebih lambat). dewasa, disinilah kita mengambil 2 manfaat metode menarik ekor.

Melatih Merpati Kolong

Saat rambut sudah rapi dan kadarnya semakin meningkat serta klimaks merpati, bahan tersebut sering dijemur selama 2 atau 3 jam secara rutin setiap pagi dan dilakukan secara bertahap sesuai kemampuannya menerima panas matahari.

B. Proses Penjodohan Merpati Kolong

1. Setelah bahan burung merpati tidak lagi galak, artinya gairah terhadap beyina sudah matang, selanjutnya persiapkan betina dewasa dalam kondisi produktif (siap menetas dengan rapi).

2. Jika dalam proses perjodohan, bahan merpati tidak merespon keberadaan burung merpati betina, kemungkinan bahan merpati tersebut memiliki kecenderungan warna tertentu sehingga tidak merespon, kemudian berikan kepada betina yang disukainya sesuai untuk kecenderungan burung merpati ke bahan atau memberi warna yang mirip dengan induknya baik seperti warna induknya.

Jika jantan atau warnanya cocok dengan warna induk betina, jika bahan selama proses tumbuh diadopsi untuk babon, carilah betina, seperti warna babi yang dilewatkan untuk mempercepat dan mempermudah proses perjodohan, seperti Setahu saya burung merpati hewan memiliki naluri yang kuat dan memiliki kecenderungan warna tertentu saat mencari kecocokan.

3. Mandikan keduanya dan taruh dalam satu kandang jemur. Mudah-mudahan keduanya lekas kawin, jika yang jantan masih tidak mau merespon, maka jemur baik jantan maupun betina secara terpisah dalam 2 kandang jemur yang ditempel (tutup) setelah dijemur, disatukan dalam satu pagupon atau keranjang di sore hari setelahnya.

Diberikan makan atau malam hari biarkan mereka bercumbu dan terjebak di kandang atau tempat yang telah disediakan untuk macek, Insya Allah setelah 3 atau 4 hari burung sudah mulai kawin dan giring.

Menyatukan dalam pagupon atau besek adalah dengan memanfaatkan tubuh satu sama lain untuk saling mengenali dan merupakan salah satu cara paling alami bagi hewan untuk mengenali dan membedakan jenisnya melalui indera penciuman.

C. Pengenalan Ke Betina

Untuk tahap ini saya hanya melakukan anak kecil dirumah untuk mengenalkan bahan merpati kepada pasangan wanitanya jadi tahap ini tidak perlu diambil kerahnya.

Pemanasan bahan merpati dengan menghamili betina kepada pejantan lain dan ketika giring sudah mulai dewasa dan telah memperbolehkan pasangannya, merpati bertambah naik (Us Up) sehingga otot sayap terbentuk secara alami dan bertahap dilakukan hingga kereta luncur pertama habis (telur).

D. Fokus Ke Betina

Setelah melalui pemanasan, saat giring pertama baru berada di gantry kedua, setelah melalui proses nelor dan angrem, langkah selanjutnya adalah mengambilnya saat giring sudah bagus lagi atau dua atau tiga hari kemudian jadi tidak.

Butuh waktu lama, itupun hanya dalam lobus pendek 3 atau 5 meter dari betina sampai 100 atau 150 m bertahap sesuai kemampuan baik dalam nafas maupun stamina.

Pada tahap ini biasakan burung merpati datang dan jatuh di dekat betina atau di depan betina (tanah), jangan biasakan jatuh di atas betina karena tanda kemenangan dalam perlombaan adalah satu. yang jatuh dengan sempurna di tanah tanpa diskualifikasi.

E. Fokus Ke Lapak

Pada tahap ini kita baru berbelok sedikit lebih jauh yaitu mencapai 150 m hingga 300 m dengan cara terbang sendiri agar material merpati benar-benar mengetahui medan atau kandang tempat ia dilatih sehingga kedepannya material merpati tersebut mengetahui kemana harus terbang. datang dan ketahui arah jalan pulang.

Proses ini diulangi dengan jeda intermiten agar tidak kehabisan energi sesuai kemampuan (tidak terlalu keropos).

F. Terbang Sendirian

Di fase empat, kami masih fokus menerbangkan engkel sendirian hingga jarak 300m hingga 500m.

Dengan terbang sendiri, burung terbang dalam kemampuannya tidak dipaksa untuk mengejar teman / lawan terbangnya, akibatnya jika burung tersebut tidak cukup kuat untuk mengimbangi stamina lawan, malah berusaha menahan dengan menekan pasangannya, tidak mau terbang tinggi dan cenderung terbang jauh karena saling menekan saat terbang.

Pada tahap ini beberapa burung merpati dengan bahan cerdas dapat masuk ke tanah baik sengaja maupun tidak sengaja dan dengan terbang sendiri (engkel) merpati lebih berkarakter dan jika terbang mengutamakan ritme permainannya sendiri maka tidak mudah mengikuti dan terbawa arus dari permainan lawan.

Bahan merpati mengetahui dan mengenali arah jalan pulang dan selalu datang ke arah / jalur pulang sendiri.

Hal ini bisa mengantisipasi kemungkinan nantinya jika bertemu lawan yang tidak ingin turun saat terbang tinggi karena terbiasa terbang rendah atau jika bertemu merpati beracun sedang berlari dan selalu menekan lawan untuk terbang rendah.

G. Terbang Bersama Burung Lain

Ini adalah tahap latihan terakhir setelah kami merasa bahwa materi merpati memiliki kemampuan untuk mengimbangi pencarian rejeki lawan agar burung tersebut tidak terlalu dipaksakan (bubur) bukan dengan pemain kompetisi tetapi jika memang memiliki kemampuan itu disana . tidak ada yang salah dengan itu.

Melatih Merpati Kolong

sesekali ditambah dengan kompetisi pemain untuk melihat bakat dan karakter burung merpati dari bahan yang mudah beradaptasi dan tidak stabil.

Mereka biasanya akan mengikuti setiap gerak lawan, kita harus berlatih bersama burung unta yang rajin melolong dan membimbing serta menerbangkan alus anteng, karena banyak burung berbakat yang mampu melolong baik berdampingan maupun tidak.

Baca Juga : Begini Cara Membuat Kolongan Merpati Yang Aman

Itulah diatas  pembahasan tentang Melatih Merpati Kolong yang terbaik dan benar. Semoga cara-cara di atas dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya penggemar burung merpati kolong karena kekurangan serta kosa kata dan tulisannya, mohon dimaafkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *