Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan

Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan

Merpati Juara – Melatih merpati itu rumit. Namun jika dipraktekkan dengan baik maka akan cepat berhasil dan bisa menjadi juara merpati. Tak jarang para pemain merpati besar juga berlatih dengan sangat keras dan rajin. Lalu bagaimana Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan ? Berikut informasinya untuk Anda.

Sebenarnya banyak cara untuk melatih burung merpati untuk masuk jajaran, namun kali ini saya akan sedikit berbagi tentang informasi ini berdasarkan beberapa informasi yang sudah saya kumpulkan.

Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan yang Paling Efektif dan Berhasil

Materi pelatihan merpati menjadi merpati siap lomba harus melalui 4 tahapan yaitu Tahap Fokus Wanita, Tahap Fokus Bawah / Patek, Tahap Pengisian, dan Tahap Titis Kolong.

A. Tahap Fokus Betina

Merpati bahan, terutama merpati muda yang pertama kali mengalami hal naik eretan, seringkali tidak fokus pada betina. Anda perlu melatih merpati untuk fokus pada betina terlebih dahulu sebelum tahap pelatihan berikutnya.

Melatih merpati yang tidak melalui tahap ini sama saja dengan menghancurkan karakter merpati sejak usia dini. Cara melatih merpati agar fokus pada betina adalah dengan cara merpati jelajah jarak dekat, misalnya dari dongdang hingga perut sang pelatih.

Jika burung merpati (jantan) tidak mau terbang ke arah pelatih (betina), betina harus lebih dekat dengan jantan agar jantan dapat melihat betina dengan jelas.

Latihan pucat ini diulang sampai merpati mampu fokus pada betina tanpa terganggu oleh kehadiran merpati lain di sekitarnya.

Setelah latihan pucat, merpati jantan perlu digendong sebentar dengan betina, pegang merpati betina di tangan kanannya dan biarkan merpati jantan bertengger di sebelah kiri pelatih, hal ini agar merpati tidak takut. . manusia.

Ada kalanya tahap Fokus Betina ini membutuhkan masa pemanjaan. Jika merpati tidak lagi takut pada manusia (pelatih) dan merpati sangat waspada untuk terbang menuju perut pelatih (dimana betina diposisikan tengkurap), maka tahap fokus betina telah berhasil dan siap dilanjutkan pada tahap tahap selanjutnya.

B. Tahap Fokus Kolong

Tujuan dari tahap latihan ini adalah agar merpati mengenali dan mengenal titik awal.

Pertama merpati dilepaskan dari jarak 1 meter dari titik landasan yang menghadap betina. Jika jarak pelolosan 1 meter berhasil, jarak pelolosan ditingkatkan secara bertahap sampai jarak pelarian sekitar 10 meter (jangan tambah jarak).

Pada jarak 10 meter, merpati dilepaskan untuk tetap menghadap betina dan tidak dilempar sampai sayap dianggap kuat.

Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan

Jika kepakan sayap dianggap kuat, mulailah melepaskannya pada jarak 10 meter dengan cara melemparkannya namun tetap menghadap ke betina hingga burung merpati tidak ragu-ragu untuk mendarat dengan gagap yang keras.

Jika sayap merpati kuat dan merpati tidak ragu-ragu untuk mendarat dengan gagang keras, lanjutkan dengan pelepasan 10 meter dengan dilemparkan ke arah yang berlawanan dengan betina.

Latihan ini dilanjutkan sampai merpati tidak bingung atau “waspada” dengan pola pelepasan dari belakang ke belakang. Tahap Fokus Kolong / Patek ini bisa memakan waktu 1 waktu atau lebih, tergantung dari kemajuan merpati yang dilatih.

C. Tahap Pengisian Tenaga

Pada tahap ini merpati mulai meningkatkan jarak pelepasannya secara bertahap, awalnya dilepaskan tanpa kopling (sendiri) hingga jarak 1 km.

Pada pelepasan 10-100 meter, merpati yang mulai terbang hanya ‘dijepit’, JANGAN ‘bertepuk’ pada 11 atau 12 (sudut elevasi 60-90 derajat).

Ingat, merpati yang Anda latih adalah merpati yang gagap, bukan hanya merpati.

Pada pelepasan 100 meter-500 meter, Anda bahkan tidak perlu mengetuk pukul 11 ​​atau 12, hanya menunggu merpati ‘meminta’ untuk dijepit. Baru kemudian pada debit 500 meter – 1 km, sudut ketidakmampuan ditingkatkan secara bertahap.

Burung merpati yang sudah “minta dijepit” sengaja dibiarkan beberapa detik, makin lama titik penjepitnya diarahkan ke posisi jam 11 atau jam 12, LANGKAH. Perlu anda ketahui, beberapa burung merpati yang gagap tidak akan terbang setinggi 1 km.

Merupakan hal yang normal untuk melatih merpati dengan gagap yang ketat. Jika merpati sudah mapan pada pelepasan 1 km, mulailah berpasangan dengan merpati (untul) yang terbiasa terbang tinggi, sebaiknya biasakan turun dari posisi jam 12.

Biasanya pada hitchhiking kedua pertama dan ketiga, burung tidak mau menumpang, tetapi terus mencoba beberapa kali lagi.

Jika merpati berhasil terbang bersama tetapi tetap rendah, mereka harus kembali ke pelatihan terbang sendiri tetapi dengan frekuensi pelepasan yang lebih tinggi (karena burung tidak cukup kuat)

Jika merpati berhasil terbang bersama tetapi menolak untuk turun saat terjepit, yang berarti burung tidak menetap di bawahnya, ia harus terbang lagi sendiri.

Pada tahap pelatihan ini, tidak ada burung target yang akan memasuki ring.

Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan

Jika merpati yang Anda latih akan terbang tinggi dan menyeretnya, maka latihan tersebut siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Catatan: latihan tahap 3 ini tidak mutlak “mentok” pada 1 km, beberapa merpati membutuhkan jarak 1,5 km atau bahkan 3 km.

D. Tahap Titis Kolong

Tahapan Titis Kolong akan sangat sukses dalam waktu yang singkat jika tahapan 1, 2, dan 3 dilakukan dengan senam pada ketinggian yang dapat dinaikkan dan diturunkan (dimulai dengan ketinggian dibawah 1 meter kemudian bertambah secara bertahap, sisi-sisi bagian bawah diberi jaring agar burung merpati tidak bisa lewat di bawahnya).

Pada tahap ini yang perlu Anda lakukan adalah terus meningkatkan jarak pelepasan dengan keuntungan yang sesuai, sekaligus meningkatkan posisi katup ke arah jam 11 atau 12. Pada tahap ini, jangan sekali-kali menyesuaikan jarak knalpot awal di warung yang umumnya hanya berjarak 1,2 km. . . – 2 km saja.

Merpati Anda sedang dalam tahap pelatihan, jadi silakan meningkatkan jangkauannya. Jika pada jarak tertentu (katakanlah 3 km) merpati Anda mulai ingin turun, maka pertahankan titik pelepasan dengan keunggulan yang sama.

Jika merpati kembali ke ‘ngrobok’, jarak pelepasannya perlu ditingkatkan lagi (misalnya menjadi 3 km + 50 meter), dan seterusnya. Jika dalam 1 dribbling merpati anda secara konsisten “memukul” dengan senar yang sama, maka pada dribbling berikutnya anda bisa mencoba memasangkan dari jarak OFFICIAL START dengan merpati lain yang sudah terbiasa mengikuti kompetisi.

INGAT: jika merpati kembali sekali lagi, itu pertanda merpati belum menetes ke bawah, jadi perlu mengulang rutinitas pada jarak dan jarak yang biasa selama latihan.

Semoga beruntung, tidak ada alasan merpati Anda tidak menang!

Baca Juga : Cara Melatih Merpati Kolong Yang Paling Efektif

Itulah diatas berbagai Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan. Semoga Anda dapat tercerahkan untuk meraih juara pada burung nerpati Anda. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *