Burung Kolong Termahal , Inilah 6 Fakta Merpati Jayabaya

Burung Kolong
 

Merpati Juara – Burung Kolong bernama Jayabaya milik Aristyo Setiawan, warga Bandung, dijual dengan mahar Rp. 1 Milyar. Jayabaya dibeli oleh seorang penghobi burung bernama Robby pada tahun 2019 lalu. Kabarnya itu menjadi Burung Kolong termahal di negeri kita ini.

Selain prestasinya yang mengagumkan, burung kolong jayabaya juga menjadi idola para penghobi burung kolong.

Tak heran jika setiap pertandingan diikuti dengan jayabaya pasti penontonnya akan semakin banyak.

Banyak hal menarik yang telah ditorehkan oleh burung dunia bawah bernama jayabaya ini.

Akhirnya burung dunia kolongan dibeli oleh seorang seroang yang sangat menyukai hobi burung bawah.

Berikut 6 fakta tentang burung jayabaya dunia bawah:

1. Pemilik Burung Kolong Jayabaya Berat Melepas

Aristyo Setiawan, pemilik Jayabaya, awalnya kesulitan melepaskan burung merpati kesayangannya. Padahal, dia mematok harga yang sangat tinggi agar tidak ada yang berani membeli Jayabaya.

Kemudian dia mendapat penawaran dari dua calon pembeli Jayabaya seharga Rp. 700 juta dan Rp. 750 juta.

“Ada dua orang yang menawar. Dari Banten Rp 700 juta dan Pak Robby dari Bogor Rp 750 juta. Tawaran itu sekitar dua bulan lalu,” jelasnya.

Namun, Aris menolak kedua calon pembeli tersebut karena mengaku masih mencintai burung meraknya.

2. Pemilik Burung Kolong Jayabaya Terkejut

Aris menuturkan, dua bulan setelah menawarkan Rp. 750 juta, Robby, warga Bogor, kembali dan menyebutkan Rp. 1 milyar untuk membawa Jayabaya.

Tak ingin kehilangan momen langka, Aris merelakan burung kesayangannya.

 

Burung Kolong

 

“Mungkin Pak Robby takut dulu, jadi Pak Robby berani bayar segitu. Saya juga kaget ada yang bisa bayar Rp 1 miliar untuk seekor burung. Misalnya ada 12 sampai 20 ekor burung seharga Rp 700 juta. , tapi ini burung yang satu, “kata Aris, masih terkesima.

3. Burung Kolong Jayabaya Dibayar Dengan Giro

Burung merpati bernama Jayabaya, milik Aristyo, warga Kota Bandung, dibeli dengan mahar Rp. 1 Milyar.

Namun, mahar yang diberikan tidak dalam bentuk tunai, melainkan berupa giro.

Saat dihubungi Kompascom, Robby, pembeli Jayabaya, membenarkan bahwa dirinya membeli Jayabaya dengan mahar Rp. 1 Milyar.

“Iya betul, saya bayar pakai rekening koran,” ujarnya.

Robby mengaku sudah lama mengincar Jayabaya dan mengaku kagum dengan penampilan Jayabaya setiap mengikuti kompetisi.

4. Jayabaya Masuk Dalam 10 Besar Burung Terbaik Di Negeri Ini

Aris menuturkan, Jayabaya sudah puluhan kali naik podium hingga menjadi juara pertama dan masuk 10 besar burung terbaik dalam kompetisi yang rutin diadakan oleh organisasi Fans Merpati Tinggi Indonesia (PMTI).

Jayabaya juga pernah menjuarai HUT Bansel dan tahun lalu menjadi juara pertama klasemen nasional.

Dari berbagai prestasi yang diraih Jayabaya, Aris mengaku mendapat keuntungan puluhan juta rupiah saat menjuarai kompetisi tersebut.

“Total rata-rata total hadiah bisa Rp 75 juta sampai ratusan juta tergantung peserta,” ucapnya.

5. Rencana Cetak Burung Kolong Jawara Seperti Jayabaya

Aris yang bekerja di kandang Embatama di Jalan Cisaranten, Kota Bandung, mengaku tidak rugi menjual Jayabaya, karena sudah beberapa kali memenangkan hadiah saat perlombaan burung.

Selain itu, ia berniat kembali menjadi juara percetakan seperti Jayabaya.

“Saya punya kandang sendiri untuk beternak burung balap. Saya punya 40 sampai 50 burung merpati,” katanya.

Aris menuturkan, Jayabaya berhasil menjadi juara di berbagai kompetisi merpati tingkat nasional, khususnya merpati kelas atas di bawah meja.

 

Burung Kolong

 

“Awalnya mereka sering kalah dulu karena tentunya butuh penyesuaian. Tapi setelah itu dia selalu terlihat bagus, “katanya.

6. Pembeli Jayabaya Tidak Hitung Untung Rugi

Robby, pembeli Jayabaya, mengaku sudah mengincar merpati sejak 2018. Ia tidak menghitung untung rugi karena merasa kepuasan yang didapat sebanding dengan uang yang dikeluarkan.

“Ini hobi. Untuk hobi kita cari kepuasan. Jadi saya tidak menghitung berapa uang yang saya bayarkan, saya tidak terlalu detil,” kata pria yang enggan dipublikasikan tentang profesinya itu.

Menurutnya, pencapaian Jayabaya menjadi pertimbangan Robby mengeluarkan mahar Rp. 1 Milyar.

“Burung punya prestasi atau tidak, belum pasti harganya beda. Sejak 2018 burung (Jayabaya) hampir bisa bersaing (kompetisi) pasti ada prestasi,” kata Robby.

Baca Juga : Cara Melatih Merpati Agar Masuk Kolongan

Itulah beberapa fakta mengenai Burung Kolong seharga 1 miliar itu. Semoga informasi ini bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *